Peningkatan suhu bumi akan menyebabkan naiknya permukaan laut serta berubahnya frekuensi dan curah hujan yang dapat berdampak pada meluasnya kawasan gurun di wilayah subtropis.
Salah satu penyebab dari global warming adalah menipisnya lapisan ozon
yang berdampak pada tidak tersaringnya sinar ultraviolet dari matahari
yang berbahaya bagi kesehatan kulit. Menipisnya lapisan ozon salah
satunya disebabkan oleh penggunaan Freon dalam kehidupan sehari-hari serta polusi udara yang ditimbulkan dari asap-asap produksi dari pabrik dan asap transfortasi seperti motor, mobil, kreta.
Freaon banyak ditemukan di berbagai alat peralatan rumah tangga,
contohnya pendingin ruangan, pendingin makanan seperti AC dan kulkas.
Pendingin makanan (kulkas) dikehidupan sehari-hari sangat bermanfaat,
akan tetapi tanpa kepedulian dalam pengoperasian dan pemeliharaannya,
kulkas yang dahulunya bermanfaat bagi kehidupan dapat mengancam keamanan
dan kesehatan kita.
Ketersediaan pendingin
makanan (kulkas) yang aman dan hemat energi merupakan faktor penting
dalam rangka mengurangi efek global warming dan ikut serta membantu
peran pemerintah dalam mengurangi krisis energi listrik. Salah satu
solusi yang dapat dilakukan adalah dengan membuat lemari pendingin
(kulkas) tanpa Freon menggunakan peltier cooler yang ramah
lingkungan dan hemat energi. Peltier adalah modul Thermo-Electric.
Komponen ini dilapisi oleh keramik tipis yang berisikan batang Bismuth Telluride
didalamnya. Ketika disupply tegangan DC sebesar 12volt-15volt dan arus
2-5 amper maka salah satu sisi akan menjadi panas, sementara sisi
lainnya akan dingin. Selisih suhu diantara keduanya dapat mencapai 60oC
dan berbentuk tipis, berukuran 4x4 cm dengan tebal 4mm. Sehingga dengan
penerapan komponen ini bisa tercipta satu alat pendingin ruangan tanpa
freon sebagai langkah kecil menjaga kelestarian bumi dan menjadi solusi
terhadap permasalahan global warming yang selama ini banyak disebabkan
oleh kulkas berfreon sehingga “TEKNOLOGI HIJAU” dapat
tercapai.